Dua satelit telah melihat tsunami yang  menyebar di permukaan Matahari. Tsunami yang terjadi di atas korona matahari disebabkan oleh pelepasan materi atau ledakan besar angin matahari.  Tsunami ini berasal dari medan magnet tinggi dan panas, gas  yang terionisasi sekitar 400 km per detik di matahari

Analisis penampakan yang akan diterbitkan dalam Solar Physics, ini bisa memprediksi bagaimana CMEs akan mempengaruhi Bumi.  Data dari Hinode, satu dari dua satelit menyatakan bahwa kemungkinan korona matahari jauh lebih panas daripada permukaan matahari sendiri. Hinode merupakan satelit Jepang yang telah mengobservasi matahari sejak tahun 2006, bergabung di orbit Bumi oleh Solar Dynamics Observatory pada tahun 2010.

David Long dari University College London dan tim peneliti  juga membenarkan analisis Solar Physics, mereka mengatakan bahwa memang terjadi CMES dan disusul juga dengan EIT atau gelombang spontan yang membawa medan magnet yang panas dan terionisasi.

Menurutnya gelombang EIT itu cukup rumit,dan jarang terjadi. Butuh waktu lama untuk menganalisisnya. Satelit SDO juga mampu menangkap sinar ultraviolet yang dipancarkan sebagai gelombang menyebar. Dari situ, tim mampu menentukan kecepatan gelombang itu – beberapa 400 km per detik – dan suhu yang kasar, lebih dari satu juta derajat,” kata Dr Long dari BBC News.

Sementara itu satelit Hinode telah menganalisis kembali peta resolusi tinggi dari ketebalan permukaan matahari setiap 45 detik. Dengan menggunakan kedua data,  ternyata tim mampu menentukan kekuatan medan magnet di quiet corona.yang sangat rumit. Sehingga bisa menjelaskan bahwa gelombang ini urgent karena berhubungan dengan CMEs yang bisa membawa plasma api keluar ke heliosphere, menuju Bumi. CMEs dapat bergerak cepat yang dapat mengganggu komunikasi satelit atau bahkan melumpuhkan daya listrik di Bumi.