Injeksi air limbah dari pengoperasian bawah tanah seperti pengeboran minyak ternyata dapat memicu terjadinya gempa bumi. Karena akan meningkatkan aktivitas gelombang seismik lokal. Injeksi air limbah dari operasi seperti pengeboran, panas bumi, atau fracking dilarang di Inggris dan banyak negara Eropa, tetapi justru menjadi semakin lazim di Amerika Serikat. Di negara bagian Texas saja, lebih dari 7.000 sumur tersebut dalam operasi dan hubungan antara sumur injeksi dan kejadian gempa besar bahkan memperkuat.  Pada bulan Maret, peneliti mengaitkan peristiwa 5,7 skala Richter di Oklahoma dengan pembuangan limbah  yang sudah berlangsung selama hampir dua dekade.

“Dalam beberapa kasus gempa bumi ada  yang diinduksi oleh pengeboran sumurdan pemompaan, dan satu atau dua minggu kemudian Anda mulai memiliki gempa bumi pada kesalahan yang sangat dekat kita melihat ini di Arkansas pada tahun 2011 dan situs di Ohio,” jelas peneliti utama dari studi Nicholas van der Elst dari Earth Observatory Lamont Doherty-di Columbia University, New York. Tim menjelajahi catatan seismik tiga lokasi injeksi air limbah di negara bagian AS dari Oklahoma, Colorado dan Texas, mencari tanda-tanda dari gempa bumi terkecil yang bisa dideteksi. “Di lokasi kami melihat, koneksi belum cukup sebagai langsung, jadi kami sedang mencari bukti tambahan bahwa cairan yang membawa daerah ini ke titik kritis,” kata Dr van der Elst BBC News.

Bila dibandingkan dengan catatan global gempa bumi besar, pola menjadi jelas: ada peningkatan gempa bumi berkekuatan  besar yang lebih besar di tempat lain di dunia, seperti Februari 2010  di Chili dan Maret 2011 di Tohoku Jepang. “Bila terjadi gempa yang sangat besar di tempat lain di planet ini, gelombang seismik pertama yang besar akan menyebar seperti riak di atas permukaan bumi. Ketika gelombang seismik melewati kesalahan yang sudah sangat dekat dengan kegagalan.Gelombang seismik  ini dapat justru yang akan memicu gempa bumi. “