Dosen tak hanya melulu mengajar di kelas dan murid selalu menerima apa yang diajarkan sang dosen. Kini saatnya sang dosen turun dari persembunyian, ia harus menjadi subjek sekaligus objek. Ia harus mempraktekan apa yang telah ia ajarkan pada sang murid. Kini saatnya ia harus melihat bahwa karya murid-muridnya bisa jadi lebih baik darpada karyanya.

Ia juga harus siap dilihat bahwa ternyata hasil karyanya tak sebaik murid-muridnya. Itulah dosen terbuka, yang siap untuk dilihat dan melihat, yang terus berkarya, mengasah kemampuan, memperluas dan mempertajam wawasan, dan sensitive terhadap gejala kemapan. Ia pun selalu cepat tanggap dan bersikap bijaksana terhadap dirinya sendiri.

Itulah makna dari pameran melihat/dilihat di Galeri Nasional Indonesia (13-25/6). Pameran ini patut dijadikan renungan bagi para pengajar khususnya karya seni rupa. Karena pameran ini bisa menggugah para pengajar yang selalu berpikir bahwa pengajar lebih pandai dari muridnya. Tapi kini tidak lagi, karena sekarang era terbuka dimana orang bisa belajar dimana saja. Bahkan bisa lebih hebat dari yang mengajarinya.