Dengan populasi terbesar ke empat di dunia (239 juta) juga dengan
kekuatan permintaan domestik dan investasi yang menjadi andalan
pertumbuhan ekonomi nasional yang relatif stabil dan terbesar di
kawasan Asean,  berdasarkan prediksi dan estimasi dalam kurun waktu 5-10 tahun mendatang Indonesia akan menjadi salah satu negara dari lima kekuatan ekonomi Dunia. Namun, sebelum mencapai itu indonesia harus mampu menopang tiga pilar utama yakni ketahanan pangan, ketahanan energi yang berorientasi pada energi berkelanjutan dan industri perbankan yang sehat dan kuat untuk menuju negara kuat dan mandiri.
 
Hal itu dikatakan oleh Prof. Dr. Bunasor Sanim, Guru Besar Fakultas
Ekonomi & Manajemen IPB yang juga sebagai Komisaris Utama PT BRI, Tbk.
Hal tersebut dinyatakan dalam acara silaturahmi Kerja Daerah (Silakda)
ICMI Orda Kabupaten Cirebon di Hotel Aston, Cirebon pada Sabtu siang(29/7).

Lebih lanjut ia menjelaskan “ bahwa agar dapat menjadi salah satu
kekuatan ekonomi global yang unggul dan maju selain tiga pilar itu,
Indonesia harus mampu meminimisasi dan menghilangkan hambatannya yakni
fenomena turbulensi alam, turbulensi ekonomi dan turbulensi birokrasi, politik dan keamanan,” ujarnya.

“Turbulensi alam yakni Food Calamity, turbolensi ekonomi  yakni krisis
moneter dan finansial global terjadi berulang kembali dan tingkat
pengangguran serta kemiskinan yang relatif tinggi. Sedangkan
turbolensi birokrasi, politik dan keamanan berkisar kepada situasi dan
kondisi politik yang tidak stabil, moral hazard (korupsi yang
resisten), dan rendahnya capacity buliding aparatur negara. Ini semua
yang harus diminimalisir dari sekarang jika ingin ekonomi kita maju”pungkasnya.

Kurniawan T Arief