Jeremy Andreas, Country Manager Fortinet Indonesia menyatakan mayoritas enterprise di Indonesia belum menyadari pentingnya keamanan jaringan. Serangan virus, spam maupun malware seringkali dianggap remeh. Padahal, menurut Andreas serangan pada device dan jaringan bisa berpotensi mengandung Advance Targetting Attack (ATA) berupa Ddos maupun Botnet. ATA sendiri sangat berbahaya karena bisa menyusup dan mencuri data.

Pernyataan tersebut mengemuka dalam diskusi sekaligus peluncuran FortiOS 5 yang merupakan fondasi dari Fortigate. OS ini merupakan Next-Generation Enterprise Firewall (NGFW) yang memuat fitur-fitur baru yang meliputi: Feature Select, Contextual Visibility dan Advanced Threat Protection (ATP).

Dengan Feature Select, perusahaan dapat dengan cepat dan mudah melakukan peralatan FortiGate berdasarkan bisnis dan kebutuhan keamanan masing-masing. Sementara dengan fitur Contextual visibility, dapat memberikan informasi lebih mendalam mengenai kegiatan jaringan secara real-time maupun penggunaan sebelumnya secara terperinci. Sementara ATP dapat digunakan sebagai perlindungan terhadap ATA dengan layanan berupa botnet blacklisting, antimalware signatures dan cloud based sandboxing.