Teknologi yang semakin canggih membuat para pelaku entertainmen khusunya sutradar dan produser mampu memproduksi film tanpa harus menghabiskan banyak uang.  Kualitas tayangannya pun tetap tetap bagus meskipun iaya produksinya minimal. Hal itulah yang diajarkan oleh Indrayanto Kurniawan, seorang sutradara dan produser film dalam acara seminar yang diselenggarakan oleh Datascrip Solution Days 2013 dengan tema “Pangkas Biaya Produksi Tayangan dengan Teknologi Digital”.

Indrayanto mengungkapkan dengan teknologi digital, proses perekaman gambar, paska produksi dan distribusi dapat dilakukan satu sistem. Oleh karena itu, bagi para produser, teknologi digital merupakan teknologi yang relatif murah dan teknologi inipun dapat dijadikan alternatif untuk para pembuat film yang ingin berkarya dengan biaya seminim mungkin.

Beberapa dampak dari teknologi digital terhadap produksi film adalah waktu kerja yang relatif lebih singkat, peralatan dan materi kerja relatif lebih ringan, saran ekspresi relatif tanpa batas dalam konteks durasi perekaman, lebih banyak pilihan peralatan dan exposure range lebih panjang.

Dalam seminar hari terakhir juga dibawakan tema seminar yang “Kesiapan Wartawan Foto dalam Menyikapi Era Multimedia” dengan pembicara Eddy Hasby, wartawan foto KOMPAS. Eddy menjelaskan perkembangan teknologi kamera DSLR dengan format video full HD serta perkembangan industri multimedia membuat para fotografer harus pandai membaca peluang pasar.

Ia mencontohkan, perkembangan DSLR dengan format video full HD (1920×1080) yang menjadi fenomena dikalangan videografer dan fotografer. Fenomena perkembangan kamera still yang juga mampu merekam video full HD ini menjadi topik menarik. Perangkat kamera DSLR yang kini mampu menghasilkan dua format, still dan video ini,  sebaiknya disikapi secara bijak untuk peluang kedepan. Eddy juga menjelaskan mengenai fotografi timelapse dan hyperlapse yang populer saat ini dan banyak digunakan di dunia perfilman. Untuk melengkapi topik yang dibawakannya, Eddy memutarkan film dokumenter tentang James Nachtwey berjudul War Photographer”.