Banjir, gempa bumi, tsunami hingga kebakaran sering  terjadi di luar dugaan. Perusahaan-perusahaan besar harus mengantisipasi, yang paling utama bagi mereka bukanlah gedung namun data perusahaan. “Oleh sebab itu harus ada inovasi terkini untuk memproteksi data perusahaan,” ujar Hau Shi Yau Regional Director Vision Solutions.

Vision solutions berkerjasama dengan Virtus (18/6) memperkenalkan layanan ketersedian informasi terkemuka di dunia yang memperkenalkan double take 7 di One Pacific Place SCBD Jakarta. Sebuah produk utama dari High Availability (HA)/Disaster Recover (DR) yang anything to anything ini  bisa melindungi data dari bencana alam.  Jadi meskipun terjadi bencana alam yang tak terduga perusahaan tetap bisa berjalan tanpa mengalami gangguan.

Cara kerja double take 7 dengan memindahkan data atau mereplikasikan data secara otomatis dengan meminimalkan resiko downtime hingga nol persen. Double take 7 pun mengelola dan meng-upgrade setiap agent satu persatu sehingga menghemat biaya karena mengurangi tenaga kerja.  Selain dapat mengembalikan data yang hilang dari sistem server.  Aplikasi ini juga selalu meng-update keseluruhan teknologi HA/ DR.

Fitur-fitur yang terdapat pada double take meliputi customizable unified status reporting, near-zero downtime migration, graphic user interfrace (GUI) yang intiituif yang mudah diaplikasikan karena tampilannya yang sederhana, dan layanan pelanggan kelas dunia.

Keunggulan dari produk ini selain lebih mudah dilakukan penskalaan untuk melindungi server fisik atau server virtual. Harganya pun terjangkau bagi para enterprise, perusahaan menengah, organisasi hingga usaha kecil. Worldwide Storage Software 2012-2016 Forecast dari  Indonesia Data Center menyatakan bahwa lebih dari setengah beban kerja data center saat ini telah di virtualisasi.

Ashish Nadkarni, Research Director for Storage System IDC pun mengatakan saat ini perusahaan makin serius untuk beralih ke cloud computing. Sehingga mereka membutuhkan jalan untuk memindahkan data, aplikasi bahkan keseluruhan dari teknologi informasi secara seamles antar ketiganya sesuai kebutuhan mereka. “Dan satu-satunya jalan untuk menjawab kebutuhan adalah dengan double take 7,”ujar Ashish.