Angelhack telah sukses melaksanakan kompetisi Hackaton (8-9 Juni) di Indonesia Data Center (IDC) 3D. Acara yang diikuti oleh 107 peserta yang berasal dari Jawa Barat, Jakarta, dan Salatiga tersebut dimenangkan oleh tim Pintails yang terdiri dari Vincent Putera, Raditia Liem, Victor Koesmadi dan Asep Priamdana. Mereka  mengusung konsep social commerce, pintails sebuah aplikasi yang yang memudahkan dalam sistem penjualan online.

Ide yang digawangi oleh Vincent yang baru muncul saat kompetisi berlangsung. Awalnya ia bingung akan membuat aplikasi apa, namun saat ia melihat spam pada BlackBerrynya terlalu barang jualan online yang tidak penting. Menurutnya jejaring sosial seperti BlackBerry Mesenger, Facebook, dan Twitter bukan media yang pantas untuk  jual beli. “Tak semua orang menyukai dikirimi barang dagangan, tutur Pemuda asal Jakarta ini.  

Aplikasi ini juga memiliki keunggulan yakni berjualan dari teman ke teman.  Sebagai contoh A berteman baik dengan B namun ia tak mengenal C yang berteman dengan B.  Si C ingin membeli barang yang dijual oleh A, maka yang menghubungkannya adalah si B. Sehingga menghubungkan sistem jual beli kepada pihak ke tiga melalui pihak ke dua.  Si C bisa meminta bantuan kepada si B apakah barang yang dijual A itu bagus atau tidak.

“Jual beli ini lebih terjamin dibandingkan dengan aplikasi lain yang secara online, barang yang dijual juga lebih terjamin karena yang menjual adalah temannya teman kita bukan orang yang baru dikenal.  Sedangkan aplikasi lain lebih beresiko karena  membeli barang kepada orang yang tak dikenal belum tentu kualitasnya terjamin.  Mungkin saja si penjual berbohong,”jelasnya.

Della Wijaya Angelhack Ambasador  pun turut memang membenarkan bahwa aplikasi yang dibuat oleh tim Vincent memang berbeda dengan aplikasi yang dibuat oleh tim lain.  Selain idenya yang segar dan inovatif, aplikasi yang diciptakan kemungkian besar bisa diaplikasikan dan dikembangkan.  Della pun menambahkan bahwa sebenarnya finalis lain idenya banyak yang bagus dan inovatif namun sulit diaplikasikan dalam waktu panjang.

Tim yang telah menang akan diadu lagi dengan 31 kota yang juga melaksanakan program ini yakni London, LA, Berlin, San Fransisco, Paris, Atlanta, Seatte, Melbourne, Moscow, Toronto, Chennai, Tel Aviv, Sydney,Montterey, Bangkok, New York, Bosnia, Santiago, Austin, Mexico City, Singapura, Seoul, Manila, Bogota, Washington, Jakarta, Kuala Lumpur, Warsawa, Bangkok, Silicon Valley dan Kyiv.

Menurut  Wury Rostandy, yang juga Angel Hack Ambasador pemenang akan dikirim ke San Fransisco  selama dua minggu disana mereka tak  hanya berlibur  Namun juga bisa bertemu dengan relasi dan para investor yang kemungkinan besar mereka bisa diberikan modal untuk mengembangkan aplikasi yang telah mereka buat.  Kompetisi ini memang bertujuan untuk mengembangkan potensi anak bangsa. Karena  mereka pasti akan berkembang, pasti akan banyak investor yang akan menginvestasikan aplikasi ini.

Hingga sekarang Vincent dan timnya tak menyangka akan menang. Vincent mengatakan ia tak akan menyiayakan kesempatan ini, ia akan terus mengembangkan programnya hingga di terima oleh masyarakat.  

Kompetisi ini terdiri dari sembilan juri yang berkompeten dan ternama yakni yang menilai Aryo Ariotedjo (Managing partner of Grupara Inc), Aulia Masna (editor in chief of DailySocial), Didiet Noor (BlackBerry Developer Evangelist), Dien Wong (CEO and Co-founder Altermyth Inc),  Fajar Budiprasetyo (co-founder and COO of Ice House), Marshall Utoyo (Chairman of Asia Pacific Ventures) R. Ari Sudrajat (CEO of Freco.com), Remco Lupker (co-founded Tokobagus.com) Robin Malau. Robin (Managing Director & Executive Producer at Cerahati Digital Media).