HAARP (High Frequency Active Auroral Research Program) yang merupakan proyek pertahanan militer Amerikat Serikat yang digunakan untuk mengontrol cuaca ini diduga oleh para ilmuwan menjadi dalang penyebab tsunami, gempa bumi dan gangguan sistem global yang terjadi dimuka bumi ini.

Meskipun dibantah oleh petugas proyek HAARP namun tidak ada keraguan bahwa HAARP dan senjata elektromagnetik mampu digunakan dalam peperangan memang ada. Menurut situs resmi HAARP, “HAARP adalah usaha ilmiah yang ditujukan untuk mempelajari sifat dan perilaku ionosfer, dengan penekanan khusus pada kemampuan untuk memahami dan menggunakannya untuk meningkatkan komunikasi dan sistem pengawasan baik untuk tujuan sipil dan pertahanan.” Ionosfer adalah lapisan atas halus atmosfer kita yang berkisar sekitar 30 mil (50 km) sampai 600 mil (1.000 km) di atas permukaan bumi.

Situs proyek HAARP mengakui bahwa percobaan dilakukan yang menggunakan frekuensi elektromagnetik untuk api berdenyut, diarahkan balok energi untuk “sementara merangsang area terbatas ionosfer.” Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa sengaja mengganggu lapisan sensitif ini bisa memiliki konsekuensi besar dan bahkan bencana. Peneliti HAARP Prihatin seperti Dr Michel Chossudovsky dari University of Ottawa dan Alaska Dr Nick Begich (anak seorang anggota Kongres AS) menyajikan bukti menunjukkan bahwa gangguan ini bahkan dapat digunakan untuk memicu gempa bumi, angin topan mempengaruhi, dan untuk kontrol cuaca.