Uni Emirat Arab (UEA) saat ini menjadi pemimpin dunia Arab dalam hal bioteknologi. Negara ini sedang giat-giatnya mencari cara untuk membuat sektor energi yang lebih berkelanjutan, termasuk pengembangan biofuel.

Tahun ini, untuk pertama kalinya, UEA termasuk dalam Scientific American Worldview Report dan Scorecard Bio-Inovation, sebuah daftar yang dikeluarkan oleh Organisasi Industri Bioteknologi (Bio) dari 54 negara yang menunjukkan inovasi dan potensi bioteknologi.

UEA merebut tempat ke-40, setelah China dan tepat di atas Rusia. Emirates juga diatas negara-negara Arab dalam daftar, di atas Qatar yang berada di posisi ke-42, Arab Saudi ke-45 dan Kuwait pada posisi ke-53

Beberapa faktor seperti geografi, infrastruktur, manfaat ekonomi dan modal yang tersedia, membuat negara ini sangat potensial untuk inovasi biotek. Biofuel, produk biobased dan bahan kimia terbarukan merupakan beberapa inovasi UEA.

Tahun lalu, perusahaan yang berbasis di UEA seperti Epygen-sebuah perusahaan bioteknologi enzim yang berkantor pusat di Dubai- dan peneliti di Masdar Institute of Science and Technology sedang memfokuskan diri untuk memproduksi bahan bakar jet berkelanjutan dari tanaman.