Es di kutub utara dan selatan telah mengalami pencairan, menyebabkan semakin naiknya permukaan laut dunia.  Ilmuwan Belanda sudah memperkirakannya, bahwa pada tahun 2100 air laut akan naik hingga 43 inci atau sekitar 110 cm. Oleh sebab itu mereka telah mengantisipasinya dengan menciptakan rumah mengapung atau dikenal dengan nama Floating House Van Nederland.

Bangunan ini yang juga dikenal dengan rumah amphibi ini dibangun dengan fondasi kubus beton yang didalamnya  berisi busa plastik dengan jangkar yang terbuat dari kabel baja.  Dinding dan lantainya terbuat dari kayu yang tidak mudah melapuk meski terkena air terus menerus. Saluran listrik, air dan limbah di pasang dengan pipa yang fleksibel sehingga tak mudah rusak.

Arsitekturnya menggunakan gaya archimedes yakni suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhya kedalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut.  Sehingga rumah terapung tak akan tenggelam justru mengikuti pertambahan tingginya air dan bagian dalam rumah tak akan tergenang air.