Serius untuk mengembangkan Smart Society, Telkomsel menggandeng Institut Teknologi Bandung untuk turut mengembangkan ekosistem mobile di Indonesia. Dalam kerjasama ini, ITB akan berkomitmen untuk mengembangkan konten, aplikasi, layanan komunikasi dan sistem informatika.

Kerjasama ini dilakukan dengan penandatanganan nota kesepahaman ITB dan Telkomsel oleh oleh Direktur Utama Telkomsel Alex J Sinaga dan Wakil Rektor ITB Prof. Wawan Gunawan dalam acara ICT for Smart Society e-Indonesia Initiatives Forum 2013 di Aula Barat Kampus ITB, Jalan Ganeca, Kamis (23/5/2013)

“Dengan kolaborasi Telkomsel dan ITB ini diharapkan mampu membuat kajian analisis dan konsep serta mampu menghasilkan produk lokal yang bermanfaat serta membantu menyelesaikan masalah,” ujar Alex.

Alex menegaskan dalam era digital public awareness terkait inovasi dan kreativitas Teknologi Informatika di dunia pendidikan juga perlu ditingkatkan. Tujuannya untuk memacu peran serta dalam mengembangkan dan memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Ini mengingat Indonesia negara yang peduli pendidikan.

Secara terpisah, Head of Synergy Management Group Telkomsel, R Hermanses menjelaskan bahwa kerjasama yang dijalin Telkomsel dan ITB ini untuk membangun ekosistem mobile.

“ITB kan punya ide untuk membuat ekosistem smart society, sehingga kami masuk untuk melakukan kerjasama juga, khusus untuk ekosistem mobile,” ujarnya.

Kerjasama tersebut, menurut Hermanses, nanti dapat diterapkan dalam layanan Telkomsel pada para pelanggannya. “Nantinya aplikasi atau konten akan diintegrasikan,” katanya.

Ruang lingkup kerjasama Telkomsel dan ITB di antaranya pengembangan dan pemutakhiran konten, kajian dan riset sistem manajemen yang aman, nyaman dan bertanggungjawab hingga kajian, riset pengembangan penerapan teknologi untuk penghematan energi kegiatan operasional Telkomsel.

“Kerjasama jangka panjang ini diharapkan dapat membuat gaya hidup pelanggan lebih efisien dan smart,” tutur Hermanses.

Ia menyebut, aplikasi yang akan dikembangkan di antaranya Mobile to Mobile (M2M) Device, dimana dari perangkat ponsel pelanggan bisa mendapatkan berbagai informasi. Misalnya kondisi rumah (dengan terhubung CCTV di rumah-red) atau arus lalu lintas (melalui CCTV yang terpasang di jalan-red) sebagai bagian dari smart city.

“Untuk smart health, kita bisa mencari informasi dokter yang paling baik,” katanya. 

Aplikasi yang saat ini sedang dipersiapkan dan hampir rampung disebutkan Hermanses yaitu smart education dan smart health.