Advanced Micro Devices-produsen mikroprosesor terkemuka-ini nampaknya sedang mengalami masa-masa sulit. Seiring dengan memudarnya pamor Laptop dan PC serta meroketnya permintaan untuk smartphone dan tablet, AMD harus kehilangan angka penjualan yang cukup signifikan. Data yang dirilis IC Insight baru-baru ini menunjukkan kini AMD meluncur ke peringkat empat setelah sebelumnya bertengger di peringkat dua dalam hal penjualan mikroprosesor tahun 2012.
Data ini juga menunjukkan prosesor mobile berbasis ARM semakin digemari, sementara prosesor PC semakin merosot pangsa pasarnya. Meski intel masih menguasai pasar prosesor, namun Qualcom dan Samsung yang memproduksi mobile processor terus menguntit di urutan ke-2 dan ke-3.
Penjualan prosesor Qualcom yang berbasis ARM Snapdragon system-on-chip (SoC) meningkat 28% pada 2012 menjadi US$5,3 juta. Sementara itu, penjualan Samsung juga meroket tajam hingga 78 persen. Intel meski tetap menjadi jawara harus mengalami penurunan pangsa pasar sekitar 2 persen menjadi 65 persen.
Intel tetap pemimpin dominan dalam penjualan mikroprosesor tetapi pangsa pasarnya turun menjadi 65,3 persen. Sementara pangsa pasar AMD juga turun menjadi 6,4 persen pada tahun 2012 dibandingkan dengan 8,2% pada 2011 dan 9,6% pada 2010.
IC Insights juga memperkirakan total penjualan prosesor mengalami kenaikan 10% tahun 2013 menjadi US$62 miliar. Selama 2012, kenaikan kuat dalam prosesor aplikasi mobile yang digunakan dalam ponsel dan PC tablet menutupi penurunan 6% di MPU penjualan untuk desktop dan notebook PC, server, dan aplikasi yang tertanam prosesor. Antara 2012 dan 2017, total penjualan MPU diproyeksikan akan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 12%, mencapai US$97,7 miliar.