Setelah sebelumnya beredar isu seputar layanan Blackberry Messanger yang katanya juga akan bisa dinikmati para pengguna Apple dan Android, pihak Blackberry akhirnya secara resmi membenarkan hal  tersebut. Dalam pernyataan resmi perusahaan yang dilontarkan di Waterloo Ontario kemarin ini, juga menyatakan akan lebih berkonsentrasi untuk menggarap pasar negara berkembang seperti Brazil dan Indonesia.

Selain memperluas penjualan BB 10, perusahaan ini juga sedang gencar memasarkan BB Q5 yang merupakan smartphone low-cost. Penjualan BlackBerry di Amerika Latin, Asia Selatan, Afrika dan sebagian Eropa telah meningkat lebih baik daripada di Amerika Utara. Chief Executive Officer Thorsten Heins menyatakan melepas layanan BBM ke perangkat saingannya justru akan semakin memperluas penetrasi Blackberry.

Penjualan dari Eropa, Timur Tengah dan Afrika menyumbang 46 persen dari penjualan kuartal terakhir. Amerika Latin stabil pada 14 persen dan Asia merosot dari 21 persen menjadi 18 persen.