Dua grup perdagangan Amerika Serikat, Renewable Fuels Association (RFA) dan Growth Energy, telah mengajukan komplain kepada General Court di Luxemburg dalam kaitannya menentang keputusan Uni Eropa untuk memberlakukan bea anti dumping 9,6% pada semua etanol yang diimpor dari Amerika Serikat.

Keluhan tersebut menyebutkan Komisi Eropa berulang-ulang kali melanggar hukum perdagangan internasional selagi menyelidiki klaim anti dumping, dan menyerang semua produk etanol Amerika Serikat agar dikenakan hukuman anti dumping.

Dugaan juga termasuk penolakan komisi untuk menghitung margin dumping dan menetapkan dumping secara individual, perhitungan yang tidak lengkap dan kurang akurat dari dugaan margin, dan juga atas volume impor Amerika Serikat yang berlebihan.

“Kami percaya bahwa pelaksanaan tugas UE pada impor etanol telah melanggar hukum UE dan kami proaktif menyerahkan kasus ini ke General Court di Luxemburg,” ungkap Tom Buis, CEO Growth Energy, menurut keterangan dari renewablemagazine.

Pada saat yang bersamaan, Grup tersebut bekerjasama dengan para pejabat Amerika Serikat untuk mengejar tantangan tersendiri dengan WTO.

Awal bulan ini, 14 Senator Amerika Serikat menandatangani surat perjanjian kerjasama untuk bertindak bersamaan dengan Menteri Perdagangan dan Perwakilan Pejabat Dagang Amerika Serikat menuntut agar berhati-hati dalam mengevaluasi keputusan Uni Eropa untuk memberlakukan kewajiban pada impor etanol dan mempertimbangkan dalam penentangan persyaratan WTO.

“Kami percaya bahwa tugas ini melanggar kemapanan undang-undang anti dumping internasional, dan kami akan mengejar setiap tantangan yang tersedia bagi kita,” Kata Bob Dinneen, CEO Renewable Fuels Association. “Entah hal ini merupakan tantangan pribadi di Luxemburg atau tantangan organisasi WTO, kami akan memperjuangkan putusan ilegal ini sampai akhir, dan kami akan menang.” Lanjutnya.