Setali tiga uang dengan di Jakarta, Oslo ibukota Norwegia juga memiliki problema yang sama dalam hal sampah. Tapi tunggu dulu, tidak seperti di Jakarta yang bingung cara mengelola sampah yang menggunung, pemerintah Oslo justru kekurangan sampah.

Awalnya, Oslo juga mengalami masalah yang sama dalam hal pengelolaan sampah. Tapi saat pemerintah setempat mulai memanfaatkan sampah tersebut sebagai energi, proses daur ulang berjalan begitu cepat hingga penduduk setempat tak mampu lagi menghasilkan sampah yang cukup sebagai biomassa. Tak heran jika kini Norwegia justru harus mengimpor jutaan ton sampah dari Inggris maupun Swedia.

Setiap tahun, pemerintah Norwegia membutuhkan sekitar 700 juta ton sampah. Sementara penduduknya hanya mampu memproduksi sekitar 150 juta ton sampah. Hal ini membuat sampah di Eropa saat ini menjadi komoditas yang cukup berharga.