Jakarta (07/05), berlokasi di atamerica, Pacific Place, yang terletak di kawasan SCBD (Sudirman Center Business District) Jakarta dan dalam rangka memperingati hari Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sedunia pada 26 April lalu, Kedutaan Besar Amerika Serikat bekerjasama dengan Global Enterpreneurship Program Indonesia (GEPI) mengadakan diskusi sekaligus peluncuran aplikasi dari pemenang kompetisi Intelektual Property App Challenges 2012 yang mengusung tema Anti Pembajakan. 

Diskusi ini dihadiri langsung oleh Miss Kristen Bauer (Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia), Shinta W. Kamdani (Vice Chairman GEPI), dan Harry Waluyo (Direktur Jenderal Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).

Ada dua kategori pemenang dalam Intelectual Property App Challenges tahun 2012 lalu, yaitu kategori Profesional dan kategori Mahasiswa. Kedua finalis ini merupakan pemuda inovatif Indonesia dengan usia yang relatif sangat muda. Adalah Ecky Putrady & Dimas Tri Ciputra yang berasal dari Eyja Labs, mereka memenangkan kategori profesional dan hari ini meluncurkan aplikasinya yang berjudul My Band. Aplikasi ini merupakan game yang memungkinkan anda untuk menjadi seorang manager sebuah band.

“Dari aplikasi ini kita dapat mengetahui betapa sulitnya perjalanan sebuah band dalam mencapai kesuksesan dan kita juga akan merasakan bagaimana rasanya jika telah bersusah payah membuat karya namun pada akhirnya dibajak,” Ucap Ecky. “Diharapkan dengan adanya game ini semakin banyak orang yang sadar pembajakan itu perbuatan yang salah” lanjutnya.

Sedangkan pemenang untuk kategori mahasiswa diraih oleh Bojonegoro United yang terdiri dari Edwin Lunando, Samuel Enrico Wijaya, Unggul Bakti Muhammad & Georgius Rinaldo Winata yang mempersembahkan aplikasi Start Up Story, sebuah aplikasi game yang memungkinkan kita menjalankan bisnis start up sejak awal. Dalam game ini kita diberikan pilihan untuk menggunakan item original atau bajakan. Diharapkan dari situ, penggunanya sadar betapa pentingnya originalitas dalam menjalankan usaha start up.

Diskusi ini juga dihadiri oleh mahasiswa dari Universitas Gunadarma dan para siswa dan siswi SMA 36 Jakarta yang sangat antusias dengan peluncuran aplikasi ini. Diskusi ini bergulir sangat menarik dengan berbagi cerita suka dan duka dalam membuat sebuah game dengan misi anti pembajakan.

Semoga dengan adanya pemuda-pemuda inovatif ini, akan semakin menstimulus para generasi muda untuk terus berkarya dan berjuang bersama melawan pembajakan. Saat ditanya apakah ada kelanjutan dari kompetisi ini di tahun mendatang, Miss Kristen menjawab, “We will consider all of your suggestion, in order to create the better future of our youth generation.”