Sepertinya Lockerz akan membuka lembaran baru dalam hidupnya. Setelah ‘merumahkan’ 30% Staff HQ di Seattle, menutup kantornya di San Diego, dan juga mematikan aplikasi Plixi API foto sharingnya pada awal tahun ini, kini mereka meluncurkan situs mode baru yang diberi nama Ador. Menurut techcrunch, ada pernyataan dari seorang narasumber yang dirahasiakan yang mengatakan bahwa Lockerz akan total ditutup, namun hingga kini, situs Lockerz masih terlihat beroperasi seperti biasa. Sementara itu, Ador, mengatakan akan membantu mengkonfirmasi apa yang sebenarnya terjadi kepada perusahaan.

Peluncuran Ador, bagaimanapun juga, telah membuktikan bahwa Lockerz terus mencari cara terbaik dalam menarik lebih banyak skala pengguna layanannya. Lockerz sendiri didirikan pada tahun 2009 dan membangun reputasi awal sebagai wadah untuk mengirim foto sharing di situs-situs seperti Twitter-layanan yang juga telah terbukti sangat populer, namun sangat sulit untuk dikomersialisasikan. Apalagi setelah kemunculan kompetitor sejenis seperti Instagram, sedangkan Twitter sendiri telah mengambil alih layanan foto sharingnya. Memang, Lockerz sebelumnya mengklaim bahwa Twitter-lah yang telah mengubah persyaratan layanannya hingga berhujung pada penutupan API Plixi-nya. Lalu ada sumber lain juga yang mengatakan bahwa API Plixi telah terdorong sebanyak 90% lebih ke Lockerz.com dan situs mobile.

Sementara itu, di halaman situs Ador.com, menggambarkan situs mode yang berfokus dimana orang-orang dapat menyatukan gambar-gambar yang mereka sukai dan dapat di share dengan orang lain, serta penggunaan situs untuk membeli barang-barang, dan dapat melacak tagged item ketika mulai dijual.

Dengan kata lain, layanan yang diberikan oleh Ador itu sangat mirip dengan yang disediakan oleh Lockerz, yang lebih jauhnya lagi dikembangkan dari layanan foto sharing ke layanan foto sharing dengan tambahan dari segi mode / selebritis / dan juga segi e-commerce. 

Diketahui dari techcrunch juga, bahwa ketika mereka membahas persoalan PHK yang dilakukan pada bulan Januari, mereka mencatat bahwa karyawan kuncinya, seperti Kepala Bidang Mobile, Daniel Marshalian, masih bertahan di perusahaan tersebut. Namun menurut profil LinkedIn-nya, kini ia sudah tidak lagi bekerja di sana. Mark Stabingas yang telah mengambil alih sebagai CEO Lockerz setelah pendirinya Kathy Savitt beralih menjadi CMO Yahoo, masih tetap bertahan di sana.