Setelah mengembangkan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) sejak tahun 2004, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akhirnya menjalin kerjasama dengan PT LEN Industri dan PT Dirgantara Indonesia untuk memproduksi PUNA yang diberi nama Wulung.

Memorandum of Understanding (MOU) yang ditandatangani ketiga stakeholder tersebut pada 29 April lalu ini, diambil setelah demo terbang yang dilakukan pada Oktober 2012 lalu di Halim Perdanakusuma berjalan dengan lancar. PUNA Wulung sendiri menggunakan mesin 2 tak yang menggunakan pertamax sebagai bahan bakar. Bahan material pesawat sendiri terbuat dari komposisi serat kaca, fiber dan karbon

PUNA Wulung diklaim mampu terbang selama 4 jam tanpa henti dengan jarak tempuh hingga maksimal 70 km. Tak hanya itu, Wulung juga didukung dengan kecepatan jelajah 52 hingga 69 knot. Puna Wulung bisa dikendalikan dari jarak 73 km dengan menggunakan kendali jarak jauh.