Lima asosiasi industri dari seluruh Uni Eropa telah menandatangani kesepakatan menentang usulan Komisi Eropa mengenai perubahan pemanfaatan lahan secara tidak langsung (ILUC).

Kesepakatan tersebut didukung oleh asosiasi industri biofuel di Jerman, Polandia, Portugal, Spanyol dan juga Inggris. Mereka berpendapat bahwa usulan Komisi untuk menghitung emisi karbon dari ILUC dalam industri biofuel tidak didasari oleh alasan yang logis. Usulan tersebut akan membahayakan ribuan lapangan pekerjaan dan miliaran Pound investasi, keduanya berimplikasi pada masa depan, serta menempatkan Eropa dan juga Inggris pada perubahan iklim dan target energi terbarukan yang beresiko. 

“Kami menyambut baik kontribusi Komite ITRE dalam wacana ILUC, dan banyak amandemen yang diusulkan secara luas sejalan dengan langkah-langkah yang kami sarankan dalam kesepakatan bersama kami” Ungkap Clare Wenner, Kepala Bidang Transportasi Terbarukan di REA. “Kami mendesak komite untuk melakukan segala sesuatu yang dapat dilakukan untuk membawa amandemen tersebut ke posisi akhir Parlemen Eropa. Usulan Komisi mengenai perubahan pemanfaatan lahan  tidak langsung tidak didasari dengan dasar keilmuan yang logis dan kampanye LSM yang menggila pada harga pangan bukanlah merupakan fakta yang real. Dalam bentuknya sekarang ini, usulan tersebut beresiko akan membahayakan miliaran Pound dari investasi dan ribuan lapangan pekerjaan akan hilang di seluruh rantai pasokan.”

Posisi kesepakatan ini membuat segalanya jelas bahwa tindakan dan langkah-langkah yang akan diambil, sama halnya seperti perjanjian bilateral tentang perlindungan hutan, yang memungkinkan bagi kedua industri biofuel yang sehat dan hutan serta lahan gambut yang sehat pula. Hal tersebut juga menekankan bahwa pangan dan bahan bakar yang menjadi wacana perdebatan ILUC akan mengabaikan banyak manfaat dari biofuel seperti produktifitas pertanian yang didorong oleh permintaan untuk biofuel dan produk sejenis dari biofuel, seperti halnya Dried Distillers Grain protein tinggi dengan larutan DDGS, yang dapat menggantikan impor kedelai karbon tinggi dalam pakan ternak.