Yahoo! nampaknya mulai mengalami masa-masa sulit. Portal web asal AS itu merilis perkiraan penjualan yang lebih rendah dari perkiraan para analis. Hilangnya potensi pengiklan dipercaya menjadi salah satu penyebabnya. Penjualan kuartal kedua Yahoo akan mencapai US$1,09 miliar, sementara analis sebelumnya memproyeksikan angka US$1,11.

Brian Wieser, analis Pivotal Research Group LLC menyatakan Chief Executive Officer Yahoo, Marissa Mayer saat ini sedang berjuang untuk meningkatkan pendapatan pemasaran setelah pelanggan menghindari iklan banner Yahoo yang menuntut penurunan harga. Analis tersebut juga memprediksi saham Yahoo akan menyusut menjadi 7,7 persen tahun ini, dari 9 persen pada 2012.

Kinerja Yahoo memang cukup mengkhawatirkan. Penjualan iklan bergambar menurun 11 persen menjadi US$455 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pendapatan pencarian, termasuk penjualan yang diteruskan ke situs mitra turun 10 persen menjadi US$425.

Untuk mendongkrak pendapatan perusahaan, Mayer sebenarnya telah mengakuisisi beberapa start up. Sejak naik tahta menjadi CEO, Mayer telah mengakusisi setidaknya enam start up seperti Stamped Inc., OntheAir, Snip.it, Alike, Jybe Inc. dan Summly