Berdasarkan laporan dari National Greenhouse mengenai polusi karbon dari pembangkit listrik di Australia menunjukan angka penurunan 14 juta ton selama 2012. Sementara untuk efek gas rumah kaca pun menurun 0,2% di Desember 2012. Angka penurunan emisi gas rumah kaca di tahun 2012 diperkirakan 551 juta ton karbon dioksida.

Hal ini terjadi karena selama setahun, penggunaan energi fosil di Negara Kangguru itu berkurang. Teridentifikasi bahwa penggunaan batubara hitam berkurang sebesar 5,3% dan emisi pembangkit batubara coklat turun 7,0%. Sedangkan penggunaan gas alam meningkat hingga 6,3% serta untuk tenaga air tumbuh 20,3%.

Selain itu, tumbuhnya energi terbarukan lainnya, termasuk tenaga surya, terus tumbuh sebesar 10,1%. “Kombinasi dari harga, sasaran karbon energi terbarukan dan kebijakan efisiensi energi telah membuat kontribusi penting bagi Australia,” ujar Greg Combet, Menteri Perubahan Iklim, Industri, dan Inovasi yang dilansir dari Energymatters.com (16/04).  

Combet melanjutkan, ini menunjukkan pentingnya tindakan nyata dan cepat terhadap perubahan iklim di sejumlah bidang, termasuk harga karbon dan investasi dalam sumber energi bersih untuk mengurangi polusi karbon.