Kabar kurang menyenangkan justru datang dari publisher videogame Electronic Arts (EA). Perusahaan asal AS itu mulai merumahkan karyawannya di studio Montreal. Sebelumnya, publik sudah cukup dikejutkan dengan pengunduran diri John Riccitiello sebagai Chief Executive secara tiba-tiba.

Publisher yang terkenal lewat game FIFA dan Sims ini memang menolak untuk membocorkan berapa banyak karyawan yang dirumahkan. Studio Montreal sendiri saat ini tengah mengembangkan game konsol seperti “Army of Two”. Menurut perusahaan,EA sedang mengembangkan game untuk platform baru dan mobile. Oleh karena itu dibutuhkan tim yang lebih efisien.

Beberapa perusahaan seperti EA dan Activision Blizzard memang tengah mengalami masa-masa sulit. Pertumbuhan merosot tajam dengan banyaknya pelanggan yang beralih ke game-game gratis di jejaring sosial ataupun perangkat mobile. Beberapa pemain lama sudah mencoba bertahan dengan mengakuisisi startups, merombak studio yang ada dan berinvestasi dalam platform mobile. Tapi tetap saja nama-nama seperti Rovio dan Zynga yang menguasai pasar.