Para peneliti di Virginia Tech University telah menemukan cara untuk mendapatkan hidrogen dari setiap tanaman. Terobosan ini tidak hanya menurunkan biaya sel bahan bakar hidrogen, tetapi juga menurunkan jejak karbon dari ekstraksi hidrogen.

Kunci penemuan ini adalah xylose, yang banyak terdapat pada pabrik gula sederhana. Para peneliti menemukan cara menggunakan xilosa untuk menghasilkan hidrogen, sesuatu yang sebelumnya hanya dianggap dalam teori. Karena xilosa terdiri dari sebanyak 30 persen dari dinding sel tumbuhan, proses ini baru bisa mencapai hidrogen dari semua jenis biomassa.

Untuk menghasilkan hidrogen, para ilmuwan di Virginia memisahkan sejumlah enzim dari mikroorganisme asli mereka untuk membuat koktail enzim khusus yang tidak terjadi di alam. Enzim ini bila dikombinasikan dengan xilosa dan polifosfat dapat menghasilkan tiga kali lebih banyak hidrogen sebagai mikroorganisme hidrogen-produsen lain.

Energi yang tersimpan dalam xylose membelah molekul air, menghasilkan hidrogen dengan kemurnian tinggi yang dapat langsung dimanfaatkan oleh proton pertukaran sel bahan bakar membran.

Ketika hidrogen diproduksi dari gas alam, menciptakan sejumlah besar emisi karbon. Oleh karena itu, meskipun hidrogen merupakan energi bersih, proses untuk menghasilkan hidrogen sendiri seringkali justru tidqak ramah lingkungan. Terobosan ini jelas semakin menahbiskan hidrogen menjadi energi bersih, mulai dari prosesnya hingga energi yang dihasilkan.