Konon perusahaan besutan Larry Page dan Sergey Brin bakal mengakuisisi layanan pesan WhatsApp. Perusahaan platform asal California itu rencananya akan diakusisi senilai US$1 miliar atau setara dengan Rp9,7 triliun. Dikabarkan setelah dilirik oleh Google empat pekan silam, WhatsApp semakin meminta agar nilai akuisisi lebih tinggi.

“Ketika perjanjian itu dimulai empat atau lima pekan lalu, kami mendapat informasi Whatsapp melakukan aksi jual mahal agar nilai akuisisinya lebih tinggi”, kata seorang sumber, seperti dikutip Digitaltrends.

Sayangnya dari kedua belah pihak enggan memberikan informasi yang pasti terkait isu tersebut. Google memang mengejar ketertinggalannya dalam layanan pesan lintas platform. Hal ini diperkuat oleh Google Product Manager, Nikhyl Singhal di Juni lalu. Dia mengakui bahwa Google ketinggalan dalam layanan pesan lintas platform.

“Kami telah melakukan pekerjaan yang sangat minim untuk melayani pelanggan. Layanan pesan adalah lubang besar dalam strategi mobile Google,” kata Singhal.

Jika benar bakal jadi pemilik baru WhatsApp, Google diperkirakan bakal mengawinkan layanan pesan yang populer itu dengan sederet produknya, seperti Google Voice, Google Hangouts, Google Talk, dan lainnya.

WhatsApp Messenger telah dipakai di lebih dari 100 negara dan 750 jaringan operator. Penggunaan layanan ini juga telah mencetak rekor tertinggi pada penghujung tahun lalu yaitu 18 miliar pesan dalam satu hari. Kinerja keuangan WhatsApp pun dinilai kinclong dengan keuntungan kotor mencapai US$100 juta (sekitar Rp970 miliar) per tahun.