Meskipun menyediakan energi terbarukan bagi manusia, turbin angin memang memilki kelemahan. Banyak kritikus yang menilai turbin angin mengganggu ekosistem burung di alam liar. Bukan hanya karena perputaran pisaunya secara vertikal, persoalan suara yang dihasilkan turbin angin juga mempengaruhi habitat burung-burung.

Untuk mengatasi persoalan ini, sebuah desain turbin angin yang lebih ramah terhadap burung telah diciptakan oleh Delft University of Technology. Alih-alih memanfaatkan energi kinetik dari angin, desain baru ini menghasilkan listrik ketika angin meniupkan partikel bermuatan air di seluruh struktur.

Generator yang disebut konverter Electrostatic WInd-energy CONvertor (EWICON) ini memang masih dalam tahap prototype. Desain saat ini terdiri dari kerangka baja dengan serangkaian tabung terisolasi yang disusun secara horizontal. Masing-masing tabung berisi beberapa elektroda dan nozel, yang terus-menerus melepaskan partikel air bermuatan positif ke udara. Saat partikel-partikel ini beterbangan, tegangan perangkat berubahdan menciptakan medan listrik, yang dapat ditransfer ke jaringan untuk penggunaan sehari-hari.

Output energi tidak hanya bergantung pada kecepatan angin, tetapi juga jumlah tetesan, jumlah muatan yang ditempatkan pada tetesan, dan kekuatan medan listrik. Karena tidka sepenuhnya memanfaatkan energi angin, EWICON lebih ramah terhadap ekosistem. Selain itu, EWICON juga memerlukan perawatan yang lebih sedikit dibandingkan dengan turbin angin konvensional.