Karena jejaring sosial Twitter sangat populer di Arab Saudi, maka sudah tak bisa dipungkiri lagi media ini sering dijadikan debat perbincangan dari mulai masalah agama sampai politik. Padahal di Arab Saudi diskusi semacam itu dianggap bukanlah hal yang baik dan juga ilegal, seperti diwartakan Reuters.

Tidak mau hal ini berkelanjutan, pemerintah Arab Saudi siap mengurangi akun pengguna Twitter anonim dengan membatasi akses Twitter hanya untuk untuk orang-orang yang mendaftarkan identitasnya. Baru-baru ini (02/04), melalui juru bicara kementerian dalam negeri Arab Saudi menjelaskan bahwa jejaring sosial seperti Twitter adalah alat yang digunakan oleh para pemberontak demi menimbulkan keresahan sosial.

Dua aktivis HAM terkemuka di negara minyak tersebut bahkan dihukum penjara karena mereka menggunakan Twitter dan situs lainnya untuk menghujat pemerintah. Keputusan untuk membatasi akses situs mikrobloging populer ini akan mengurangi identitas pengguna yang dapat dilihat oleh pengguna lain, dan pemerintah Arab Saudi juga bisa memantau tweet dari para warganya.