Sekarang adalah saatnya memperebutkan posisi ketiga. Tidak peduli seberapa keras usaha dari Microsoft maupun Blackberry dalam mengembangkan produk mobile-nya, setidaknya untuk saat ini, tidak ada yang mampu untuk menandingi ponsel keluaan Apple atau bahkan menyaingi ponsel berbasis Android.

Perunggu tetap saja berarti berada di atas podium. Jadi, perusahaan manakah yang akan memenangkan gengsi perebutan posisi ini, apakah perubahan Blackberry dengan Z10 dan OS BB10-nya? Atau Microsoft dan Windows Phone 8-nya?

Juru Bicara Microsoft, Frank Shaw, dalam laporan Wired, berusaha untuk keluar dari tradisi spring-cleaning Google, dan menyombongkan diri dengan mengatakan “Windows Phone telah mencapai pangsa pasar 10% di sejumlah negara, dan menurut laporan IDC yang terbaru, telah mendistribusikan lebih dari Blackberry di 26 pasar dan bahkan lebih dari iPhone di 7 pasar lainnya.”

Dalam pernyataan tersebut tidak ada satupun kalimat yang menyatakan bahwa Windows Phone dapat menyaingi Android, karena pada kenyataannya, menurut laporan IDC, memang belum bisa menyaingi Android.

“Nokia-loving” mungkin merupakan deskripsi yang sangat tepat karena pada setiap kasusnya, negara yang dipegang oleh Microsoft merupakan kubu Nokia juga. Terlebih lagi, di negara-negara tersebut produk Apple luar biasa mahalnya.

Namun kesemua itu belum cukup untuk memenangkan persaingan dengan Blackberry.

Persaingan untuk mendapatkan posisi ketiga ini merupakan persaingan fungsi karir bukan persaingan konsumen. Dalam beberapa hal, Blackberry dan Windows Phone keduanya mencoba untuk menjawab pertanyaan yang tak pernah ditanyakan. Menurut Wired, Dawson mengatakan, “Yang dikhawatirkan sekarang adalah tentang duopoli Google dan Apple, apa yang akan terjadi pada mereka berikutnya?”.