Mulai musim semi 2013 ini, Google berencana menutup delapan layanannya, termasuk Voice App untuk BlackBerry dan Google Reader. Pengambilan keputusan seperti ini adalah strategi bisnis di tengah penggunaan multi-perangkat yang semakin marak. Diakui oleh Senior Vice President Technical Infasturcture Google, Urs Holzle, penggunaan produk semacam itu kini mulai melemah.

“Motivasi kami meluncurkan Google Reader di 2005 yang bertujuan memudahkan orang mencari dan memantau situs-situs internet yang mereka gemari. Namun berkembangnya teknologi, kami merasa harus menghentikan layanan tersebut karena pengguna produk itu mulai menurun dalam beberapa tahun terakhir,” ungkapnya yang dilansir dari PC World (17/3).

Layanan konten agregator berbasis Rich Site Summary (RSS) itu akan ditutup mulai 1 Juli dan Google Voice App untuk sistem operasi BlackBerry akan ditutup pada pekan ketiga Maret. Namun bagi para pengguna setia Google Voice, pihaknya merekomendasikan untuk mengadposi aplikasi HTML5 yang diklaim lebih aman dan mudah digunakan.

Lima layanan lainnya yang akan dihapus Google yaitu pembuat model gedung tiga dimensi di Google Earth dan Maps; Google Cloud Connect untuk menyimpan file Microsoft Office dari komputer Windows ke Google Drive; dan komponen pembuat tampilan antar-muka GUI Builder dan lima widget UiApp yang digantikan Apps Script bagi para pengembang aplikasi Google.

Dua antarmuka pemrograman aplikasi (API) Google yang akan ditutup yaitu API pada CalDAV di Google Calendar pada 16 September dan API untuk pencarian Shopping di layanan Google Product Search. Terakhir, Google akan menutup aplikasi pengolah foto Snapseed untuk komputer desktop Macintosh dan Windows dan akan melanjutkan aplikasi itu di sistem operasi ponsel iOS dan Android secara cuma-cuma.