Hal yang tak bisa dihindari adalah ketika inovasi-inovasi teknologi mulai berkembang dan “memaksa” manusia mengadopsinya. Smart grid salah satu dari inovasi tersebut. Menurut Badan Energi Amerika Serikat, “smart grid” merupakan kelas teknologi yang digunakan untuk sistem pengantar listrik di abad 21, menggunakan pengendali berbasis komputer dan mesin. 

Teknologi ini menghubungkan pembangkit-pembangkit dari berbagai macam kepada konsumen baik rumah atau bisnis. Teknologi berbasis komunikasi dua arah ini sudah dipakai di industri lain, namun baru menjelang abad 21 ini diterapkan di industri perlistrikan. 

Baru-baru ini, menurut penelitian dari ABI investasi pengembangan smart grid di dunia tumbuh hampir dua kali lipat di 2012 lalu. Investasi smart grid ini naik 47,1% dari US$16,10 miliar pada 2011 di mana jumlah total investasi sekitar US$23.68 miliar di 2012. Diproyeksikan di lima tahun mendatang investasi sistem ini akan terus tumbuh dengan target US$80.8 miliar di 2018.