Dengan kompetitor seperti Ex.fm dan Whyd, akan menjadikan Songdrop kurang orisinil, namun peluncuran baru aplikasi musik ini mungkin dapat dideskripsikan sebagai ‘Musik yang Asyik’—yang dirancang untuk mengatasi permasalahan Music Discovery dan Sharing Problems, setidaknya bagi mereka pecinta musik yang seringkali menikmati layanan tak berbayar.

Hari ini Songdrop mengumumkan putaran pertama pendanaannya. SOIC capital, sebagai bibit tahap awal donor yang sebagian besar berfokus pada social fashion dan music startups, telah menginvestasikan sekitar £100 ribu pada perusahaan berkembang yang berbasis di London.

Konsisten dengan hanya menjadi web-app untuk saat ini, namun dengan tampilan mobile di salurannya, Songdrop menawarkan penggunanya untuk mengatur bookmark dan music sharing pada sumber-sumber yang berbeda seperti, YouTube, SoundCloud, Vevo dan sebagainya. Pengguna bisa mengaksesnya melalui Facebook atau mendaftar langsung, dengan menginstall cross-browser bookmarklet atau Chrome extension agar dapat mem-bookmark—atau dropping langsung musik dan video yang didapatkan melalui web untuk dapat dilihat kembali setelahnya.

Tracks-nya dapat diatur ke dalam playlist baik di dalam aplikasi itu sendiri, maupun pada Facebook dan Twitter. Lebih jauhnya lagi, penggunanya bisa saling follow pada aplikasi Songdrop ini bahkan bisa import friend list yang ada pada Facebook dan Twitter. Dan yang tak kalah serunya lagi para penggunanya bisa mem-follow artis-artis atau band kesukaannya, maka secara otomatis bookmarks mereka akan muncul ke dalam user’s feed.

Meskipun ini baru permulaan bagi Songdrop, bisa dikatakan masih ada kemungkinan untuk gagal dalam perkembangan dan perjalanannya ke depan. Di sisi lain, masih banyak aplikasi lain yang menawarkan hal yang serupa seperti yang dapat ditawarkan oleh Songdrop, mereka hanya butuh strategi dan sistem yang lebih baik dalam mengatur dan membagikan video beserta musiknya.

Namun dengan layanan gratis, bagaimana Songdrop menghasilkan uang? Techcrunch melaporkan bahwa Songdrop sedang mengembangkan produknya dalam format mobile app yang berbayar. Tentunya, Songdrop harus mencapai reputasi yang layak terlebih dahulu.