Tentu saja masih ingat seperti yang dikabarkan Teknopreneur terkait didepaknya bos Groupon Andrew Mason dari singgasananya sebagai CEO, saham Groupon langsung naik 12%. Ini berbanding terbalik dengan Apple. Menurut the huffingtonpost.com, setiap kali bos Apple ini berbicara di hadapan para investor, saham mereka anjlok. Sungguh mengherankan, itu juga merupakan keenam kalinya saham Apple terkena koreksi setelah Cook melakukan pidatonya. Penurunan saham yang terjadi berturut-turut ini dimulai pada Oktober 2012 lalu, saat Cook memperkenalkan iPad Mini ke khalayak ramai.

Menariknya, di September lalu saat kali pertama Cook tampil di depan publik memperkenalkan iPhone5, saham perusahaan yang dibentuk mendiang Steve Jobs menanjak. Sata itu, sahamnya yang dibuka di level US$666,85 per lembar naik tipis menjadi US$ 669,79 per lembar. Setelah itu, saham berkode APPL itu terus mengalami tren melemah, terutama setelah Cook tampil di hadapan publik, baik itu hanya memberikan proyeksi kinerja, memperkenalkan produk maupun memberikan sesuatu kepada pemegang saham.

Sekarang ini, saham Apple sudah meluncur tajam dari posisi tertingginya di level US$ 700 per lembar. Kini sahamnya hanya berada di level US$ 444.57 per lembar. Mungkin bukan cuma kemunculan Cook saja yang menjadi alasan di balik melemahnya harga saham Apple. Tapi kepercayaan investor juga semakin hari semakin berkurang terhadap kinerja Apple, terutama selepas meninggalnya Steve Jobs. Lantas, bagaimana dengan nasib Apple? Kita lihat saja progresnya.