Saat negara-negara lainnya menunda pembangunan reaktor nuklir pasca krisis Fukushima, Cina justru sedang menggarap 29 proyek reaktor baru, dimana empat diantaranya telah disetujui. Cina sebenarnya sudah berkomitmen untuk menuai energi dari tenaga angin. Sementara negeri itu tengah membangun turbin angin, nuklir rupanya cukup menjadi priorita.

Langkah Cina ini sebenarnya cukup signifikan, mengingat 29 proyek ini mencakup sekitar 40% dari total pembangunan reaktor dunia, bersama Rusia, India dan Korea Selatan. Saat ini, nuklir hanya menyumbang 2% dari bauran energi nasional Cina. Angka ini jelas sangat jauh jika dibandingkan Amerika Serikat yang mencapai 19% ataupun Perancis yang sudah menyentuh angka 75%.

Seperti yang dilansir oleh Business Week, Cina kemungkinan akan menjadi negara pertama yang menerapkan model reaktor nuklir terbaru. Desain baru yang disebut AP1000 ini dirancang oleh Westinghouse Electric, perusahaan AS yang kini mayoritas sahamnya dimiliki oleh Toshiba.

Secara teori reaktor model AP1000 ini lebih aman dari model-model sebelumnya. Salah satu keunggulannya adalah model ini memiliki cadangan air hingga 8 juta pound yang diletakkan di tangki atap reaktor. Saat terjadi keadaan darurat, reaktor ini akan secara otomatis menerapkan sistem pendingin daruat.

“Operator tidak perlu melakukan apa-apa,” ujar Sandy Rupprecht, yang menjalankan bisnis dan pengembangan proyek untuk Westinghouse.