The Telegraph mengabarkan bahwa baru-baru ini ada sebuah riset yang menuding pembangunan turbin angin di Skotlandia menciptakan efek buruk lingkungan, bukan malah sebaliknya. Pasalnya kondisi geografis dinilai kurang tepat untuk membangun ladang energi angin.

Penelitian ini kali pertama berasal dari sebuah industri energi angin yang difasilitasi oleh pemerintah Skotlandia. Tentu saja harapan terciptanya energi terbarukan yang ramah lingkungan mampu mengurangi dampak negatif bagi lingkungan. Permasalahan ini dikarenakan di Skotlandia, sebagian besar industri ini berada di atas tanah gambut yang mana jenis tanah ini adalah aktor penting dalam penyerapan karbon dan senyawa berbahaya lainnya.

Kondisi lahan gambut ini semakin memburuk karena adanya pembangunan turbin dan fasilitas pendukungnya di atas daerah tersebut. Indikatornya adalah karbon sebesar 3,2 ton pun berpotensi tidak terserap. Hal ini juga berpotensi menyebabkan perubahan iklim besar-besaran akibat berubahnya jumlah karbon di atmosfer bumi.

Para peneliti yang peduli akan hal ini pun segera merilis sebuah jurnal berjudul Nature. Dalam rilisnya, Dr Jo Smith, Dr Dali Nayak dan Prof Pete Smith dari Aberdeen University menulis bahwa pembangunan ‘ladang angin’ di atas lahan gambut ini tidak akan menyelesaikan masalah emisi, malah akan menghancurkan komposisi lahan gambut itu sendiri.