Kata siapa inovasi hanya milik profesor semata? Jika kita mau cermati, banyak inovasi yang datang dari kalangan remaja. Berikut ini sebagaimana dirangkum oleh Treehugger, Teknopreneur menyajikan karya anak-anak muda yang berdampak cukup signifikan di bidang clean technology.

  • William Kamkwamba: Putera Afrika Yang Terobsesi Angin

Saat berumur 14 tahun, Kamkwamba yang tinggal di desa Wimbe, Malawi tanpa sengaja menemukan gambar kincir angin untuk pertamakalinya. Bermodalkan pengetahuan dari buku perpustakaan, Kamkwambe pun merancang sebuah kincir angin dari tumpukan sampah. Kincir ini akhirnya mampu memasok listrik ke desanya yang memang sangat kekurangan.

  • Azza Abdel Hamid Faiad: Mengubah sampah plastik menjadi biofuel

Azza Abdel Hamid Faiad  merupakan seorang pelajar di Sekolah Bahasa Zahran di Alexandria, Mesir. Remaja 16 tahun ini telah menemukan katalis murah yang bisa mengubah sampah plastik Mesir menjadi biofuel senilai sekitar US$78 juta per tahun.

  • Richard Turere: Teknologi sederhana penghalau konflik.

Di Kenya, konflik antara manusia dengan satwa liar merupakan masalah serius. Tapi Turure yang baru berusia 13 tahun ini datang dengan solusi yang mudah, murah serta ramah lingkungan. Dengan menggunakan lampu senter LED rusak, ia memasang sebuah sistem pencahayaan otomatis dari empat atau lima lampu obor di sekitar peternakan.  Dengan alat ini, satwa liar akan melihat bahwasanya peternakan tersebut dijaga oleh seseorang.

  • Akindele Abiola, Faleke Oluwatoyin, Duro-Aina Adebola, dan Bello Eniola: Menciptakan Generator bertenaga urin

Empat orang gadis remaja afrika membuat terobosan penting, Mereka menggunakan generator yang bisa menyuplai arus listrik. Uniknya, generator ini menggunakan bahan bakar dari urin manusia..!

  • Param Jaggi: Membersihkan emisi mobil dengan ganggang:

Remaja berusia 17 tahun ini telah merancang sebuah alat yang disebut “Algae Mobile, “. Dengan memasukkan algae kedalam pipa knalpot mobil, Param Jaggi berhasil mengurangi emisi yang dikeluarkan oleh mobil.

  • Eden Full: Optimalkan pengumpulan energi surya

Ide dasarnya cukup sederhana. Eden menciptakan sebuah alat yang akan memutar panel surya untuk terus mengikuti arah matahari. Dengan biaya instalasi hanya US$10, alat ini bisa meraih efisiensi hingga 40%.

  • Malin Karki: Energi surya menggunakan rambut bukan silikon:

Saat berusia 18 tahun, Malin Karki membaca sebuah buku karangan Stephan Hawking yang membahas cara untuk membuat energi statis dari rambut. Dari ide ini, Karki menyadari bahwa melanin adalah salah satu faktor dalam konversi energi, dan bahwa hal itu mungkin bisa berfungsi sebagai pengganti konduktor. Ia dan empat teman sekelas lainnya bekerjauntuk mebuat sebuah prototipe untuk menciptakan alat charge dengan rambut. Dan berhasil..!

  • Javier Fernández-Han:

Meski baru berusia 15 tahun, Javier telah menemukan 12 teknologi. Mulai dari pengolah limbah, penghasil metana dan bio-fuel, dan merupakan sumber ternak dan produksi makanan manusia.