SAS Visual Analytics kini telah tersedia bagi perusahaan skala kecil dan menengah. Software eksplorasi data visual SAS terbaru, menggabungkan business intelligence dengan analytics terkemuka di dunia, dengan tambahan pilihan display grafik dan kemampuan analytics. Tak hanya itu, para customer pun sudah dapat memperoleh akses gratis ke trial software analytics, untuk membuat laporan dan visualisasi.

“Demo untuk software analystics ini sudah bisa dirasakan para konsumen lewat website kami. Kami harap dengan cara ini, para partner kami tinggal menuju halaman Demo SAS Visual Analytics baru yang interaktif,” ujar Pre-Sales Manager PT SAS Institute, Hendrayana Kartiman saat acara Gathering Media di Djakarta Theatre, Jakarta.

Di versi terbarunya, produk ini dapat digunakan pada platform hardware yang biasa digunakan dalam server di tingkat departemen, sehingga memungkinkan solusi big data SAS dapat digunakan pada tingkat departemen dan perusahaan kecil tanpa mempertimbangkan ukuran data.

“Melalui kemampuan eksplorasi dan visualisasi data, SAS Visual Analytics tidak hanya sekedar produk business intelligence (BI) sederhana. Dengan menggabungkan BI dan analytics dalam satu paket yang mudah digunakan dan cepat, SAS berada pada jajaran berbagai teknologi di mana para pengguna berhati-hati dalam menentukan produk yang digunakan,” kata Senior Vice President dan Chief Marketing Officer SAS, Jim Davis.

Hingga saat ini, telah terdaftar 350 pengguna SAS yang berasal dari seluruh Indonesia. Acara hari ini dihadiri oleh lebih dari 100 pengguna SAS dari berbagai industri. Sebagian besar dari mereka adalah profesional dalam bidang perbankan seperti manajemen risiko, Management Information System (MIS) Analytics, customer value management, customer intelligence, dan decision management.

“Selain itu, untuk mendukung penggunaan analytics dalam organisasi, SAS Indonesia mengembangkan materi training yang disusun untuk menjawab kebutuhan para pengguna. Sebagai contoh, kami menyediakan kelas grup bagi tim khusus dengan kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan bisnis,” ungkap Country Manager PT SAS Institute, Erwin Sukiato.

SAS merupakan pemimpin software dan layanan business analytics, dan vendor independen terbesar dalam pasar Business Intelligence. Melalui solusi inovatif, SAS membantu pelanggan di lebih dari 60.000 tempat untuk meningkatkan performa kinerja perusahaan dan membantu proses pembuatan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat.