Keberadaan California tak bisa dipisahkan dari kontribusinya sebagai ladang tumbuhnya perusahaan-perusahaan biofuel. Berdasarkan data dari Environmental Entrepreneurs (E2), hampir ada 30 perusahaan biofuel maju yang bermarkas di sana. 

Untuk tingkat dunia, saat ini tercatat 80 perusahaan biofuel maju yang tersebar di 27 negara dan ada empat negara yang mempunyai pabrik biofuel terbesar di dunia di antaranya, Illinois, Colorado, Texas, dan Lowa. 

Di sisi lain, untuk menyuburkan industri ini beberapa negara ada yang menggunakan insentif pajak. Sementara yang lain seperti California dan Oregon menerapkan sistem bahan bakar rendah karbon. Menurut peneliti dari E2, Mary Solecki menuturkan peluang ekonomi akan tumbuh jika semua negara memanfaatkan industri ini. 

“Negara yang mengabaikan peluang ini, berarti membuang kesempatan untuk masa depan ekonominya,” tuturnya yang dilansir dari Biofueldaily.

Pasar biofuel memang masih sangat menggiurkan, Fueling Growth – organisasi yang fokus di clean energy – memperkirakan marketnya bernilai US$60 miliar dalam dekade berikutnya dan sekitar 18.000 peluang pekerjaan tercipta di 2015 jika ada penambahan 26 perusahaan biofuel. 

Sementara itu menurut E2, kapasitas produksi biofuel di Amerika Serikat dan Kanada meningkat dari 427 juta galon di tahun 2011 menjadi lebih dari 685 juta galon pada 2012. Bahkan diproyeksikan kapasitas produksi akan meningkat menjadi 2,6 miliar galon pada tahun 2015.