Jika melihat pertumbuhan energi surya di dunia saat ini, bisa dikatakan cukup menggembirakan. Namun berbanding terbalik dengan progress PLTA dan panas bumi. Worldwatch Institute baru-baru ini melakukan penelitian mengenai dua sektor energi terbarukan itu. 

Dalam laporannya, dua energi tersebut mengalami pertumbuhan yang lambat di tahun 2011. Walaupun sempat di 2003 kedua jenis energi terbarukan tersebut menunjukan peningkatan yang signifikan.Dalam penjelasannya, Worldwatch Institute melihat kapasitas terpasang tenaga air dalam skala Global saat ini mencapai 970 gigawatt (GW), hanya meningkat 1,6% dari tahun sebelumnya. 

Sedangkan kapasitas kumulatif panas bumi mencapai 11,2 GW, melambat hingga di bawah 1% untuk pertama kalinya sejak tahun 2002. Walaupun demikian, menurut data dari Geothermal Energy Association (GEA), Geothermal pernah mengungguli energi surya pada 2010. 

“Meskipun mengalami sedikit pertumbuhan, namun ketika berbicara pasar secara keseluruhan untuk pembangkit listrik tenaga air dan tenaga panas bumi meningkat,” kata peneliti dari Worldwacth,  Musolino.

Untuk PLTA, saat ini China masih menjadi jawara dengan 212 GW, diikuti oleh Brasil 82,2 GW, AS 79 GW, Kanada 76,4 GW, dan 46 GW diduduki oleh Rusia. Sementara untuk Geothermal, posisi pertama ditempati oleh Amerika Serikat 3,1 MW, Philipina 2,0 MW, Indonesia 1,25 MW, Meksiko 1,0 MW, serta Itali 900 MW.