Tentu saja masih ingat di benak kita ketika baterai lithium dari pesawat Boing 787 meledak. Kendati demikian, kasus tersebut tidak menyurutkan pihak Pentagon untuk mundur tak gunakan baterai itu pada pesawat tempur terbarunya, F-35. 

Juru bicara Pentagon, Joe DellaVedova menuturkan bahwa proyek pesawat tempur senilai US$396 miliar akan tetap dilanjutkan dengan menggunakan baterai lithium. Namun menurutnya batterai lithium yang akan digunakan berbeda dengan buatan pabrik dari Boing 787. 

Artinya batterai yang nantinya akan digunakan bukan dari pabrik yang sama. Adalah perusahaan asal Perancis, Saft Group SA ini merupakan perusahaan yang dipercaya Pentagon membuat baterai untuk pesawat tempur terbarunya. 

 “Kami melihat batterai buatan pabrik yang berbeda ini jauh lebih aman. Intinya adalah baterai lithium yang digunakan pada F-35 telah melalui serangkai uji coba. Seperti tes ekstensif dan memiliki sistem berlebihan untuk melindungi kompartemen pesawat dan baterai,” kata DellaVedova yang dilansir dari Reuters.

Walaupun pihak Pentagon menjamin keamanan dari baterai lithium buatan Perancis, namun pihak-pihak tertentu masih mempertimbangkan jika batterai itu diterapkan kembali pada pesawat penumpang A350 yang bakal menjadi maskapai penerbangan terbesar ke dua di dunia.