Masalah lingkungan memang menjadi permasalahan tersendiri. Salah satunya adalah beredarnya racun merkuri yang cukup mematikan.Merkuri sangat mudah menyebar di udara dan air dari berbagai sumber, seperti pembakaran batu bara pembangkit listrik. Dan skala yang lebih besar, kontaminasi merkuri pada manusia akibat makan ikan di air tercemar yang terkontaminasi bisa terdeteksi.

Sayangnya, metode pengujian saat ini  tidak mudah dan murah. Sampel Harus akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisa.Hal ini sangatlah tidak efisien dari segi harga, waktu dan tenaga.Sebuah metode baru yang ditemukan oleh para peneliti di University of Burgos Spanyol diklaim mampu membantu pengujian air untuk menentukan kadar racun merkuri.

Para peneliti ini berhasil menciptakan sebuah lembaran yang akan berubah Warna Ketika terkena merkuri dalam air. Dengan temuan baru ini, peneliti tidak perlu repot-repot membawa sampel ke laboratorium. Hasil pengujian ini sebenarnya dapat dilihat dengan mata telanjang. Tapi untuk lebih akurat lagi,lembaran bisa difoto dengan ponsel dan Dibandingkan dengan nilai warna referensi menggunakan program image editor di telepon.

“Perubahan bisa dilihat oleh mata telanjang dan siapa pun, bahkan jika mereka tidak memiliki pengetahuan sebelumnya, dapat mengetahui apakah sumber air tersebut terkontaminasi dengan Mercury atau tidak,” – José Miguel García salah seorang peneliti

Lembar tes Mengandung rhodamine, sebuah neon Yang bertindak senyawa organik sebagai sensor merkuri, dan make-up dari lembaran uji dapat bervariasi Menurut parameter pengujian. Lembar penelitian tim ini dikalibrasi untuk mengubah warna Ketika kontaminasi merkuri dalam air Melampaui 2 bagian per miliar dari merkuri divalen, Hg (II), Yang merupakan Batas Set oleh EPA untuk Air Ditujukan untuk Konsumsi Manusia.