Tak mengherankan jika pertumbuhan energi surya di China, AS, dan Jepang berkembang. Pasalnya negara-negara tersebut memang fokus dan percaya pada sumber energi terbarukan yang nantinya mampu menjadi tulang punggung perekonomian mereka. Hal ini mengakibatkan kapasitas energi surya secara global bertambah di tahun lalu sekitar 101 GW. 

Asosiasi Industri Photovoltaik Eropa atau dikenal dengan  European Photovoltaic Industry Association (EPIA) memberikan statement bahwa energi surya yang dihasilkan saat ini setara dengan 16 reaktor nuklir berukuran sedang. 

“Sekitar 30 sampai 32 GW sudah terinstal di seluruh dunia dibandingkan di tahun 2011 yang mana pencapaian jumlah terinstal diperkirakan hampir menyentuh angka 30 GW,” ungkap Asosiasi Industri Photovoltaik Eropa yang dikabarkan oleh Bloomberg.

Tidak hanya itu saja, berbagai negara di seluruh dunia pun saat ini berlomba-lomba menggunakan energi matahari guna memenuhi permintaan energi yang semakin bertambah dan memenuhi target emisi. 

“Dahulu memang target kita ada 100 GW yang bakal terpasang di 2012. Walaupun harapan itu meleset, tapi setidaknya di 2012 menunjukan ada penguatan pasar global mengenai energi surya ini,” tutur presiden EPIA, Winfred Hoffman.

Jika dilihat secara umum, data dari EPIA menunjukan kontribusi pertumbuhan energi surya tahun lalu didominasi oleh negara-negara di luar Eropa seperti China dan Jepang dengan penambahan 13 GW dibandingkan saat tahun 2011 yang hanya mampu menyumbangkan kurang dari 8 GW.