Setelah tudingan miring oleh Chief Eksekutif Google, Eric Schmidt tentang China ancam dunia ICT, baru-baru ini sejumlah media asing ramai membicarakan mengenai “serangan cyber dari China” dan “ancaman hacking Cina”. Kendati media massa memberitakan itu, pihak National Computer Network Emergency Response Coordination Center of China (CNCERT/CC) menyangkal tuduhan itu. Mereka beralasan bahwa justru China lah yang menjadi korban oleh hacker luar. Hal itu berdasarkan data statistik yang dikumpulkannya.

Kejadian ini terjadi ketika tidak adanya keseimbangan antara jumlah pengguna internet dan proteksi jaringan di Negara Tirai Bambu tersebut. Tak pelak banyaknya kasus ini membuat China menjadi negara terbanyak korban kejahatan internet. Diduga negara itu menderita tiga jenis serangan cyber, salah satunya adalah Trojan atau virus Zombie.

Berdasarkan pemberitaan Xinhuanet, guna menghadapi serangan jaringan yang serius, departemen industri telekomunikasi China pun tak berpangku tangan atas hal ini, mereka bekerja keras dan memutar otak untuk persoalan ini. Akhirnya pada 2012, CNCERT bekerjasama dengan instansi terkait dan perusahaan, meluncurkan kampanye terhadap virus Trojan dan jaringan zombie dalam beberapa kesempatan. Sebanyak 2.463 IP penyebar virus Trojan dan botnet, serta 1.227 program jahat, yang berbasis di Cina dan luar negeri berhasil ditangani, serta lebih dari 39.380.000 IP dibebaskan dari remote control.