Kasus penebangan liar atau ilegal loging memang menjadi masalah besar yang sangat sulit diberantas. Para pelakunya seringkali memalsukan dokumen serta menyuap pejabat yang bersangkutan. Keaslian kayu dan dokumen seringkali tidak sesuai.

Masalah inilah yang coba ditanggulangi oleh sebuah perusahaan asal Singapura, Double Helix Tracking. Perusahaan ini melakukan tes uji DNA kayu sehingga bisa dilacak dimana saja sebaran geografis mereka. Saat ini memang baru 20 spesies yang dilacak, tapi perusahaan optimis akan terus meningkatkan jumlah spesies yang diteliti.

John Simon, menyatakan cara kerja perusahaan ini adalah dengan memberikan dokumen yang tidak bisa dipalsukan kepada pembeli. Misalnya, ketika sebuah perusahaan asal Australia membeli kayu Merbau asal Indonesia, pembeli diberikan bukti dokumen berikut sidik jari DNA asal kayu tersebut.