Dunia ICT memang selalu menarik, wajar saja jika para pengusaha milirik bisnis ini. Tak tanggung-tanggung mereka berani kucurkan dana berapa pun untuk dapat bermain dan meraup untung di bisnis teknologi informasi dan komunikasi. Namun, ketertarikan para pengusaha untuk menginvestasikan dananya pun perlu gambaran yang tepat agar bisnisnya ini tak salah langkah. 

Frost & Sullivan – sebuah lembaga survei dan riset Amerika – dan Masyarakat TeleMatika Indonesia (Mastel), baru-baru ini  melakukan jumpa pers perihal proyeksi bisnis ICT Indonesia 2013 di Hotel Mulia, Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Country Director Frost & Sullivan Indonesia, Eugene Van De Weerd; Head of Consulting Frost & Sullivan Indonesia, Dev Yusmananda; Partner-Asia Pacifik Frost & Sullivan, Nitin Bhat; serta Chairman of Mastel, Setyanto P. Santosa. 

Dalam pemaparan yang diawali oleh Setyanto P. Santosa mengungkapkan bahwa pertumbuhan GDP Indonesia sangat dipengaruhi oleh industri ICT. Selain itu, Ia pun memproyeksikan pertumbuhan jumlah pelanggan industri di tahun ini.

“Kami memperkirakan mobile phone di Indonesia akan tumbuh 8-10%, broadband 15-20%, smartphone 10-15%,” ujar Santoso melalui slide yang ditayangkan.

Tak kalah menariknya, dari Frost & Sullivan pun menunjukan hasil riset yang selama ini dikajinya. Mereka berpendapat mobile internet akan menjadi malaikat penyelamat industri telekomunikasi Indonesia di tahun ini. Memang tak bisa ditepis “demam” mobile internet ini akan  turut menyumbang pertumbuhan industri telekomunikasi Indonesia. 

Head of Consulting Frost & Sullivan Indonesia, Dev Yusmananda menuturkan bahwa mobile internet akan tetap menjadi pendorong tingginya penetrasi internet di Indonesia dan menciptakan pundi-pundi pendapatan potensial bagi para pelakunya. Ia pun melanjutkan bahwa akan ada empat sumber pendapatan di luar segmen komunikasi data adalah mobilisasi. Seperti M Payment, M e-Commerce, dan M Advertising. 

Sementara, Partner-Asia Pacifik Frost & Sullivan, Nitin Bhat mencoba memprediksikan dalam skala global perihal pertumbuhan industri ICT. Menurutnya, di 2016 akan terjadi pengapalan smartphone yang luar biasa dengan nilai pencapaian 1 miliar. Bahkan di Asia Pasifik bakalan menjadi jawara kenaikan smartphone sampai 37,6% di periode waktu yang sama. 

“Tak hanya itu saja, 2015 Asia Pasifik akan menjadi wilayah terbesar untuk mobile payment di antaranya ada Jepang dan Korea Selatan yang  hadir sebagai pemimpin. Namun, layanan mobile payment di Jepang sebagian besar didorong oleh operator di mana keterlibatan institusi keuangan masih bersifat parsial” tutur Bhat.