Anda masih ingat mainan digital kecil yang berbentuk telur, yang mengajarkan kita bagaimana bertanggung jawab dan mengurus binatang peliharaan? Tidak salah lagi, bagi yang besar di era 90 an pasti mengenal Tamagotchi. Mainan yang begitu populer hingga ke seluruh penjuru dunia—bahkan dijadikan tema lagu oleh salah satu group musik di era itu. Bagi orang tua di Jepang, Tamagotchi adalah solusi yang lebih baik. Dengan harga ¥1.950, para orang tua jelas memilih Tamagotchi ketimbang harus membelikan hewan peliharaan hidup yang pastinya akan membuat mereka merogoh kocek lebih dalam. Jadi, jangan heran kalau di Jepang 5 juta Tamagotchi laris manis seperti kacang goreng.

Game ini diciptakan oleh Aki Maita yang berkerja di Bandai. Awalnya Maita memberi nama Tamagotchi dengaqn maksud menyasar remaja perempuan. Karena dari namanya saja, bisa diartikan rumah telur yang lucu, yang pastinya sangat cocok bagi remaja perempuan. Tapi ternyata Maita melakukan kesalahan “fatal”. Pada awalnya ia menduga jika yang membeli Tamagotchi remaja wanita. Ternyata mulai dari mahasiswa, pegawai kantor, sampai ojisan-obaasan (kakek-nenek) rela antri berjam-jam hanya untuk menunggu toko mainan buka. Itu pun belum tentu bisa mendapatkan Tamagotchi. “Kesalahan” yang mengalirkan uang miyaran yen!

Kini mainan yang dilahirkan oleh Aki Maita ini kembali hadir sebagai aplikasi baru di telepon seluler yang menggunakan sistem operasi iOS dan Android. Permaian yang intinya memelihara hewan, mulai berbentuk telur sampai bayi dan semakin besar, tiap hari harus di monitor. Kalau salah urus bisa jadi mati. Di Jepang, hewan Tamagochi yang mati menjelma menjadi obake (setan) ini akan, segera bisa didapatkan di Google Play dan App Store, seperti yang ditulis laman Digital Spy. Aplikasi tersebut akan meliputi sebuah “Retro Mode” yang menampilkan permainan serupa dengan permainan pada produk mainan asli yang diproduksi tahun 1990-an, dengan pilihan untuk menyimpan kemajuan permainan. Tamagotchi L.i.f.e. juga dilengkapi beragam game mini dan bonus wallpaper.