Kesadaran dalam pengembangan energi terbarukan khususnya energi matahari memacu gairah Amerika Serikat untuk menggali potensi kekayaan di sektor ini beserta inovasi teknologinya. Tidak lupa konsep triple helix mereka terapkan untuk proyek ini. Departemen Energi AS telah menyediakan US$9 juta untuk tujuh proyek di Amerika Serikat. Proyek tersebut rencananya berlokasi di California, Colorado, Connecticut, Massachusetts, North Carolina, dan Texas. 

“Proyek seperti ini akan membantu mempercepat inovasi teknologi dan investasi sehingga memudahkan bagi warga Amerika dan perusahaan untuk mengakses energi yang bersih serta terjangkau,” kata Menteri Energi, Steven Chu yang dilansir dari Renewable Energy Magazine.

Sementara untuk penelitiannya, pemerintah setempat mengucurkan dana US$7 juta yang dipimpin oleh beberapa universitas di antaranya Sandia National Laboratories, National Energy Laboratory, Yale University, dan University of Texas-Austin. Masing-masing koordinator penelitian tersebut, sudah pasti akan bermitra dengan perusahaan-perusahaan yang berbasis energi matahari untuk menguji dampak dan skalabilitas dari inovasi yang mereka ciptakan. 

Misalnya, peneliti Yale University akan bermitra dengan SmartPower’s New England Solar Challenge untuk merancang dan menerapkan strategi inovatif yang dapat meningkatkan efektivitas bagi masyarakat. Tim dari University of Texas – Austin akan bekerja dengan data yang kompleks dari enam utilitas Texas untuk lebih memahami kebutuhan para pelanggan. Sementara National Renewable Energy Laboratory akan memimpin proyek lain dengan mengembangkan model komputasi untuk menganalisis data dari jaringan installer AS dan membantu mengidentifikasi mendorong turunnya pembiayaan serta harga yang ditawarkan.

Selain itu, Departemen Energi menginvestasikan US$2 juta di tiga proyek yang dipimpin oleh University of North Carolina – Charlotte, Massachusetts Institute of Technology , dan SRI International untuk menganalisis data-data dari publikasi jurnal seperti data paten dan data biaya serta produksi. Melalui proyek ini, para peneliti akan dapat memperoleh gambaran yang lengkap pada industri surya AS dan menemukan metode untuk mempercepat terobosan teknologi.

SRI International sebagai lembaga riset akan mengembangkan perangkat lunak canggih yang membaca dan menganalisa ribuan publikasi ilmiah dan paten untuk menemukan cara-cara baru untuk mempercepat inovasi teknologi energi surya dan komersialisasi. Sementara itu, Massachusetts Institute of Technology dan University of North Carolina akan menerapkan alat komputasi data paten, biaya dan produksi untuk mempercepat pengurangan biaya teknologi surya. Dengan cara tersebut, pemerintah Amerika berharap akan ada pertumbuhan dalam energi surya.