Setelah keputusan untuk mengadakan jajak pendapat soal kewajiban pelabelan pada produk yang mengandung bahan hasil rekayasa genetik di Washington, kini banyak negara bagian juga mulai mempertimbangkan untuk melakukan hal yang sama. Menyikapi hal ini, beberapa perusahaan makanan dan minuman besar di Amerika Serikat seperti PepsiCo, ConAgra, perusahaan ritel seperti Wallmart, Advokat, serta beberapa LSM pendukung upaya pelabelan tersebut telah bertemu untuk membahas, serta melobi  agar kebijakan pelabelan ini sesuai dengan kepentingan mereka.

Pertemuan para eksekutif dari PepsiCo, ConAgra dan sekitar 20 perusahaan makanan utama lainnya, serta Wal-Mart dengan kelompok pendukung pelabelan, menghadiri pertemuan yang diselenggarakan beberapa waktu lalu oleh Institut Meridian. Kehadiran Wallmart pada pertemuan ini adalah atas keinginan para pendukung label agar perusahaan ritel ini bisa menjadi kekuatan penekan agar para produsen makanan mau menjalankan program pelabelan. Pada musim gugur lalu, perusahaan-perusahaan makanan dan minuman di California menghabiskan lebih dari US$40 juta untuk kampanye anti pelabelan makanan dengan rekayasa genetik.

“Mereka menghabiskan banyak sekali uang di California” ujar Gary Hirshberg, Wakil Ketua Komite Kampanye Pelabelan saat berbicara tentang berkurangnya keuntungan dari perusahaan makanan dan minuman yang melakukan penolakan terhadap program yang dikampanyekannya tersebut seperti yang dikutip dari NYtimes.com.  Selain itu, Menurut seorang pengusaha pertanian organik, perusahaan-perusahaan besar telah menghabiskan banyak uang untuk menolak kampanye pelabelan. Namun yang mereka dapatkan justru pemberitaan yang negatif di media massa, kendala dengan mitra bisnis, serta kehilangan pelanggan.

Selama lebih dari satu dekade, hampir semua makanan olahan di Amerika Serikat—seperti sereal, makanan ringan dan dressing salad—telah dibuat dengan bahan baku tumbuhan yang mengalami rekayasa genetik dengan DNA yang telah dimanipulasi di laboratorium. The Food and Drug Administration, regulator lainnya dan banyak ilmuwan mengatakan makanan ini menimbulkan bahaya. Publik Amerika Serikat telah mempertanyakan tentang kandungan dan bahan yang telah mereka konsumsi. Kecurigaan publik lebih kepada dampak kesehatan dan lingkungan dari bioteknologi. Hal inilah yang membuat munculnya tuntutan agar ada larangan terhadap produk rekayasa genetik, atau minimal untuk produk yang menggunakan bahan transgenik harus diberi label agar masyarakat mengetahuinya.