Jika di Indonesia perihal mobil listri masih belum menunjukkan perkembangan yang signifikan, tidak demikian yang terjadi di luar negeri.  Di Amerika misalnya, mobil listrik tumbuh begitu cepat. Salah satu indikasinya adalah keberhasilan produsen mobil listrik yang berbasis di California—Tesla Motors—untuk terus meningkatkan produksinya.

Sejak awal berdiri pada tahun 2003, banyak anggapan miring beredar. Sebagai perusahaan baru, Tesla dianggap akan gagal melawan dominasi perusahan mobil konvensional. Kini, setelah hampir 9 tahun berselang anggapan itu nampaknya muali harus di revisi.

Sejak merilis produknya Tesla Roadsterd pada bulan Juli 2006, perusahaan yang didirikan oleh 2 orang insinyur ini terus melonjak popularitasnya. Tesla Roadster sendiri merupakan produk pertama Tesla berupa mobil sport bertenaga listrik yang dapat berpacu hingga 356 KM dalam untuk sekali pengisian baterai.

Selain model mobil sport, Tesla juga pada akhirnya merilis mobil sedan yang kemudian dikenal dengan nama sedan model S. Kini Pabrikan mobil listrik ini mampu memproduksi hingga 20.000 unit per tahun atau sekitar 400 unit mobil listrik setiap pekannya.

Tak hanya mampu meningkatkan produksinya, Tesla juga berencana untuk memproduksi mobil listrik yang lebih ramah di kantong pembeli. Jika sebelumnya Tesla banyak memproduksi mobil mahal berkekuatan 85kWh, kini perusahaan ini akan mulai memproduksi mobil berkekuaran 60kWh.

Setelah merilis Tesla Roadster dan Model S, perusahaan besutan Elon Musk ini juga sedang mengembangkan Model X yang diperkirakan mulai dilepas ke publik pada tahun 2014. Saat ini, Model X sudah selesai pada tahap prototipe dan akan mulai memasuki dimensi interior dan eksterior mobil.