Reuters mengabarkan bahwa para ilmuwan Inggris dan China telah menemukan sebuah varian genetik yang menjelaskan mengapa China lebih rentan terhadap virus H1N1 – flu babi -. Dengan ditemukan varian itu setidaknya dapat membantu para dokter mendiagnosa pasiennya dan memberikan ramuan obat yang cocok untuk si pasien.

“Penemuan ini dirasa sangat penting dalam meningkatkan kemampuan untuk mencegah orang meninggal akibat virus,” kata Tao Dong di Universitas Oxford Inggris yang memimpin penelitian ini.

Sebagaimana kita ingat, H1N1 atau flu babi pernah menyapu seluruh dunia pada tahun 2009 dan 2010. Di samping itu, ada sebuah studi yang menyatakan setidaknya satu dari lima orang di seluruh dunia terinfeksi dan sekitar 200.000 orang tewas dalam tahun pertama dari wabah itu sekitar bulan Juni 2009.

Penelitian sebelumnya pun pernah menemukan varian genetik semacam ini. Namun pada studi tersebut, hanya berfokus pada varian tertentu saja. Sementara itu menurut Andrew McMichael dari Oxford University, mengatakan untuk lebih mendalam lagi diperlukan studi lebih lanjut guna melihat lebih terinci pada efek varian gen pada populasi yang berbeda selain di China.