Penetrasi layanan microblogging Twitter di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara memang luar biasa. Saat terjadi peristiwa revolusi musim semi, Twitter memainkan peranan yang sangat signifikan.

Potensi pasar yang sangat besar inilah yang berusaha dimanfaatkan oleh perusahaan ini. Pada hari minggu kemarin, Twitter akhirnya secara resmi meluncurkan layanan iklan di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Produk yang mereka akan jual adalah promoted tweets, promoted accounts dan promoted trends.

Di kawasan ini, iklan digital relatif berkembang pesat. Iklan digital meraup porsi sekitar 4% dari total belanja iklan pada 2011. Dengan potensi penetrasi internet yang kian masif, diperkirakan angka ini akan terus berkembang hingga 35% pada 2015 dan mencapai US$580 juta.

“Keduanya saling berhubungan – pesatnya pertumbuhan basis pengguna kami dengan iklan digital,” kata Shailesh Rao, wakil presiden Twitter untuk operasi internasional.

Twitter memang tidak memberikan secara rinci berapa jumlah penggunannya di wilayah ini. Namun Rao menyatakan  pengguna Twitter di Timur Tengah dan Afrika Utara telah meningkat tiga kali lipat dalam 12 bulan terakhir.

Untuk memulai menggarap pasar iklan digital ini, Twitter telah merekrut Egypt’s Connect Ads yang dimiliki oleh Orascom Telecom Media dan Technology. Mesir, Arab Saudi, Pakistan, Kuwait dan Uni Emirat Arab adalah negara-negara awal yang akan digarap.